Hayooo Terus Belajar
Tuntutan untuk berubah kadang sulit untuk dilakukan jika tidak dipaksa untuk mengikuti, karena kita akan tergilas dengan kondisi lama yang sudah tidak relevan. Peristiwa ini melanda di seluruh dunia termasuk Indonesia, yaaaa....COVID 19. Semua terkena imbasnya, termasuk di dunia Pendidikan, luar biasa pengaruhnya. Tuntutan belajar di rumah menuntut keahlian semua orang yang terlibat mampu menggunakan teknologi yang terkait pembelajaran daring. Maraklah model pembelajaran daring : Si Pintar, Quizizz dan kahoot, Rumah Belajar, Khan Academy, Science Buddies, Zenius, Ruang guru, Match Lab, Youtube, Konsep matematika, BBC, Desmos, Webex, Kelas pintar, Sosial media ( Whatshapp. Instagram, Telegram, Facebook). Sekarang muncul pertanyaan? Bagaimana anak-anak menyerap pembelajaran tersebut? Okeeelah, anak zaman now ahli dalam menggunakan handphone android dan bentuk teknologi lainnya. Sudah diimbangi dengan gaya belajarnya tidak?. Kalau tidak akan muncul boring dalam belajarnya. Mereka hanya memenuhi kewajiban saja, yang penting hadir online tapi hasil belajar tidak maksimal. So...apa dong solusinya? Memanfaatkan dirinya sendiri untuk belajar dengan tuntutan perubahan belajar daring, itulah yang seharusnya. Lebih hebat mengolah diri dengan cara belajarnya dan teknologi hanya penunjang bukan utama, namun saat ini karena tuntutan perubahan maka harus dimanfaatkan. Contoh, tadinya anak saya tidak mau belajar untuk menyelesaikan tugas daringnya, dengan melihat cara belajarnya dengan dibimbing dan disemangati sebagai faktor eksternalnya dengan memanfaatkan handphone dan buka youtube channel lagu dangdut yang lagi trends sekarang "haredang", sambil diputar dia semangat untuk mengerjakan tugasnya, tapi saya punya strategi dong, matiin dulu lagunya, kita tulis syairnya. Kita selesaikan tugasnya dan nanti dilanjutkan.lagi lagunya. Akhirnya sambil di baca materinya dan menjawab soal panduannya, selesai juga deeehhh tugas daringnya. Semoga bermanfat, semangat belajar.
Komentar
Posting Komentar